Rabu, 12 Mei 2010

Kumpulan Penaku


Bahasa Angka
Tertunduk
Buku ini sudah usang
Tapi aku masih ingin memandangnya
Lama-lama
Aku banyak belajar
Tentang integral yang membuat keningku semakin mengkilat
Tentang grup dan subgrup yang membuat rambutku semakin menipis
Tentang differensial yang membuat mataku semakin merah
Tentang vector yang diskalarkan
Tentang limit yang unlimited
Tentang…
Apa yang harus aku pelajari
Bahwa aku suka kalkulus
Bahwa hidupku tak lengkap tanpa analisis vektor
Bahwa senyumku layu tanpa struktur  aljabar
Bahwa tangisku tak terhenti tanpa persamaan differensial
Aku lah matematika itu.

Setia
Dia yang tak pernah mengeluh
Ketika aku meletakkan beban berat tubuhku di atasnya
Ketika ku seret ke kanan, ke depan, ke belakang, ke kiri
Ketika ku kuliti sampul cantiknya
Ketika sebagian badannya mulai rapuh
Ketika panas laptopku mulai membuat dia kebakaran
Dia yang selalu kosong
Menungguku datang
Dia yang menemaniku dari pagi hingga malam
Kursi perpustakaan ini jadi saksi
Apa saja yang aku peroleh selama bersamanya.


Perpustakaan
Tak pernah sepi dari lalu lalang mahasiswa
Dua meja pendaftaran
7 kursi baca
2 lemari catalog
Dan ratusan buku-buku yang tertata rapi
Aku yang selalu duduk di pojok
Tak pernah menghiraukan banyaknya mereka yang datang
Aku asyik dengan cerpenku
Aku senyum-senyum saat buka Facebook
Aku tertawa saat membaca artikel lucu
Buku-buku perpus hanya untuk mereka yang selalu ingin tahu
Aku lebih suka menatap laptop lama-lama
Meski hanya memandang desktop
Yang bergambar batu-batu kali
Perpustakaan yang hanya dijaga oleh dua orang
Bu In dan Apri
Mereka tidak pernah lelah melayani mahasiswa
Kadang terlihat lelah, tapi aku tetap diam duduk di singgasanaku

Oing
Pagi Oing….
Tujuh jam kemudian..
Sore Oing…
Lima jam kemudian
Malam Oing…
Ku jumpai hari ini Oing
Dengan selalu menyapanya
ketika kulangkahkan kakiku masuk ke perpustakaan
juga ketika aku pulang menuju peraduan
dan esoknya berjumpa lagi dengan Oing.
Tak pernah bosan Oing menjawab segala tanyaku
Tak pernah lelah Oing menemaniku
Oing adalah sahabat baikku.
Tidak akan ada yang tahu siapa Oing kecuali aku.

ESTE 12
Katanya aku cantik seperti PUTRI IKLAN
Karena SINAR wajahku selalu merona ketika tersenyum
Karena PUSPA yang menghiasi rambutku menebarkan wangi semerbak
Tapi aku TAK DAPAT APA-APA dari kecantikanku ini
Dia SELINGKUH
Sejak CINTA TAK DIRESTUI menghantui kami
KEPEDIHAN JIWA menimpaku setiap detik
Tapi aku selalu mengharap JANGAN PERNAH BERUBAH
Meski RUANG HIDUP kita terbatas
Karena AKU MASIH SAYANG
Karena ini SAAT TERAKHIR kita
Dan karena CINTA ABADI kita tak akan SIRNA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan cik-cik dan uncle-uncle yang mau bercomment...Ana tunggu ya comment-nya...^__^